DAMAREMAS.COM, Kediri – Laga pekan ke-23 Liga 1 Indonesia antara Persik Kediri dan Persis Solo di Stadion Brawijaya, Jumat (9/2) malam, diwarnai insiden padamnya lampu stadion secara mendadak pada menit ke-82. Kejadian ini membuat pertandingan terhenti selama kurang lebih 10 menit sebelum akhirnya kembali dilanjutkan setelah lampu kembali menyala. Insiden ini menjadi sorotan, mengingat pertandingan berlangsung dalam kondisi yang cukup intens sejak awal laga.
Persik Kediri harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-5 setelah Fergonzi diganjar kartu merah akibat pelanggaran keras terhadap pemain Persis Solo. Meski unggul jumlah pemain hampir sepanjang pertandingan, tim tamu gagal memanfaatkan situasi tersebut. Persis Solo yang didukung oleh lebih banyak suporter mendominasi jalannya pertandingan, namun kesulitan membongkar rapatnya pertahanan tuan rumah.
Persik Kediri sempat mencetak gol yang membuat stadion bergemuruh. Namun, setelah wasit meninjau VAR, gol tersebut dianulir karena offside. Meski berada di bawah tekanan, lini belakang Macan Putih tampil disiplin dan mampu menahan gempuran dari Laskar Samber Nyawa.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada gol yang tercipta dan laga berakhir dengan skor imbang 0-0. Pelatih Persis Solo, Ong Kim Swee, mengaku kecewa dengan hasil ini karena timnya memiliki banyak peluang, tetapi gagal memanfaatkannya dengan baik. Ia menyoroti kurangnya ketenangan para pemain dalam menyelesaikan serangan.
Sementara itu, hasil imbang ini memperpanjang tren tanpa kemenangan Persik Kediri dalam lima laga terakhir, baik di kandang maupun tandang. Meski berhasil menahan tim tamu dengan 10 pemain, mereka masih tertahan di papan tengah klasemen Liga 1 Indonesia.






