DAMAREMAS.COM, Kediri – Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan utama di dunia, termasuk di Indonesia. Menurut Global TB Report 2023, Indonesia berada di peringkat kedua dunia dengan 1.060.000 kasus dan 134.000 kematian per tahun.
Pj Wali Kota Kediri Zanariah menegaskan komitmen pemerintah dalam program Eliminasi TBC 2030. Langkah strategis terus dilakukan untuk menemukan dan mengobati kasus TBC sebanyak-banyaknya, demi mencegah penularan. “Kami serius menangani TBC. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak agar Kediri bebas TBC,” ujarnya, Minggu (9/6).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, Muhammad Fajri Mubasysyir, menyampaikan beberapa program, termasuk penemuan kasus secara aktif dan pasif serta pengobatan bekerja sama dengan berbagai fasilitas kesehatan. “Kami melakukan investigasi kontak pada 15-20 orang di sekitar penderita dengan melibatkan petugas kesehatan, kader, dan TNI/Polri,” jelasnya.
Dinas Kesehatan juga mengadakan Workshop Tata Laksana Penanganan TBC untuk meningkatkan kapasitas petugas. Hasilnya, Kediri mencapai notifikasi kasus TBC terbesar di Jawa Timur dengan 1.897 kasus, melampaui target 1.219 kasus. “Diharapkan semua pasien sembuh dan tidak menularkan lagi,” pungkasnya./adv/sono
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kediri






