“Kok Makin Berisi?”, Jangan Diambil Pusing, Ini 5 Cara Menanggapi Body Shaming Saat Lebaran

Ilustrasi cara menanggapi body shaming saat Lebaran

DAMAREMAS.COM – Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri adalah momen yang paling dinantikan untuk berkumpul bersama keluarga dan kerabat.

Namun, bagi sebagian orang, pertemuan saat Lebaran bisa menjadi ajang komentar yang tidak diharapkan, terutama soal penampilan fisik.

Bacaan Lainnya

Pertanyaan berbau body shaming seperti “Kok makin berisi?” atau “Kapan kurusan?” sering kali muncul dan bisa membuat perasaan tidak nyaman.

Jangan khawatir! Berikut beberapa cara cerdas untuk menanggapi body shaming saat Lebaran agar tetap percaya diri dan tidak tersulut emosi.

1. Tanggapi dengan Santai dan Humor

Saat ada yang berkomentar tentang tubuhmu, cobalah untuk tidak langsung tersinggung. Tanggapi dengan santai atau bahkan humor agar suasana tetap cair.

Misalnya:
– “Iya nih, makannya enak terus, siapa yang bisa nolak opor sama ketupat?”
– “Lagi investasi biar makin sejahtera, kan katanya badan berisi tanda bahagia.”

Humor bisa menjadi tameng untuk menghindari konflik dan menunjukkan bahwa kamu tidak mudah terganggu dengan komentar tersebut.

2. Beri Jawaban Tegas Tapi Sopan

Jika merasa kurang nyaman dengan candaan soal tubuh, kamu juga bisa memberikan jawaban yang lebih tegas namun tetap sopan :

– “Aku sih yang penting sehat dan bahagia, masalah berat badan itu urusan pribadi.”
– “Lebih baik kita ngobrolin hal lain aja yuk, banyak cerita seru yang bisa dibahas!”

Dengan jawaban seperti ini, kamu memberi sinyal bahwa komentar tersebut tidak pantas tanpa harus menimbulkan ketegangan.

3. Edukasi dengan Lembut

Tidak semua orang sadar bahwa komentar yang mereka sampaikan bisa menyakiti perasaan orang lain.

Jika memungkinkan, gunakan kesempatan ini untuk memberikan beberapa pemahaman seperti berikut :

– “Kadang komentar soal berat badan bisa bikin orang lain nggak nyaman, lho. Mungkin kita bisa ngobrolin hal lain yang lebih menyenangkan.”
– “Setiap orang punya perjalanan tubuh yang berbeda. Yang penting sehat dan bahagia, kan?”

Dengan begitu, kamu bisa mengedukasi mereka tanpa terkesan menggurui atau menyerang.

4. Abaikan dan Pindah Topik

Jika merasa malas menanggapi atau sudah terlalu sering mendengar komentar serupa, strategi terbaik adalah mengabaikannya.

Cukup senyum dan alihkan pembicaraan ke topik lain, seperti pekerjaan, hobi, atau rencana liburan setelah Lebaran.

5. Jaga Kesehatan Mental dan Rasa Percaya Diri

Ingat, komentar orang lain tentang tubuhmu bukanlah cerminan diri yang sebenarnya. Terpenting adalah bagaimana kamu merasa tentang dirimu sendiri.

Jaga pola hidup sehat, makan dengan seimbang, berolahraga jika memungkinkan, dan yang terpenting, cintai diri sendiri.

Meskipun sering terjadi dalam situasi santai seperti Lebaran, body shaming tetap bisa berdampak negatif pada kepercayaan diri seseorang.

Dengan menanggapinya dengan santai, tegas, atau mengedukasi dengan lembut, kamu bisa menjaga suasana tetap nyaman tanpa harus merasa terbebani.

Terpenting adalah jangan biarkan komentar body shaming dari orang lain merusak kebahagiaanmu.

Lebaran adalah momen untuk bersenang-senang dan bersilaturahmi, jadi nikmati saja! Selamat Lebaran!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *