Inter Kediri Gagal Lolos ke 32 Besar Liga 4 Nasional Meski Tak Terkalahkan

foto DM
Pelatih Inter Kediri, Budiardjo Thalib (kanan), bersama salah satu pemainnya memberikan keterangan pers usai laga terakhir Grup J Liga 4 Nasional 2025 di Stadion Brawijaya, Kediri. Inter Kediri tersingkir meski tak terkalahkan di fase grup. (Foto: Sby/DM)

DAMAREMAS.COM, Kediri – Kesebelasan Inter Kediri harus mengubur impian melaju ke babak 32 besar Liga 4 putaran nasional, meski tidak sekalipun menelan kekalahan selama fase grup. Pada laga terakhir Grup J yang berlangsung di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Inter Kediri kembali bermain imbang tanpa gol saat menghadapi pemuncak klasemen, Batavia FC.

Sementara itu, di pertandingan lain Grup J, Persikasi Bekasi berhasil meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Pesik Kuningan. Hasil ini membuat Persikasi mengoleksi empat poin dan mengunci posisi runner-up, menemani Batavia FC yang telah mengantongi tujuh poin untuk lolos ke babak selanjutnya.

Inter Kediri Dominan Tapi Mandul

Dalam pertandingan melawan Batavia FC, Inter Kediri tampil dominan dengan terus menekan lini pertahanan lawan. Namun, buruknya penyelesaian akhir menjadi masalah utama. Beberapa peluang emas yang tercipta gagal dikonversi menjadi gol. Bahkan Batavia FC sempat menciptakan peluang berbahaya yang hampir membalikkan keadaan.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 0-0. Pelatih Inter Kediri, Budiardjo Thalib, mengapresiasi perjuangan anak asuhnya namun menyayangkan hasil akhir.

“Terima kasih kepada seluruh pemain saya yang sudah berjuang tanpa kenal lelah. Tapi hasilnya seri, dan kita tidak lolos karena Persikasi menang 3-2 atas Pesik Kuningan,” ujarnya.

Hasil Imbang Jadi Bumerang

Inter Kediri mengakhiri fase grup dengan tiga hasil imbang:

Laga pertama: Imbang 0-0 vs Persikasi Bekasi

Laga kedua: Imbang 1-1 vs Pesik Kuningan (bermain dengan 10 orang sejak babak pertama)

Laga ketiga: Imbang 0-0 vs Batavia FC

Dengan hanya tiga poin, Inter Kediri finis di peringkat ketiga Grup J. Hasil ini cukup ironis mengingat mereka tak pernah kalah, namun harus tersingkir karena kurangnya kemenangan.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *