DAMAREMAS.COM , Kediri – Gemerlap seni dan pesona tradisi memukau pengunjung Wisata Gunung Klotok, Kota Kediri, dalam Festival Pecut Samandiman yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) selama dua hari, mulai Sabtu (02/12) hingga Minggu (03/12). Event yang meriah ini bertujuan menggugah minat generasi muda dalam seni tari dan pecut, khususnya untuk melestarikan kekayaan budaya setempat.
Festival menampilkan dua kategori lomba yang menarik, yaitu tari kreasi dan atraksi pecut. Sebanyak 120 peserta perorangan dan 25 grup dengan semangat membara mendaftar untuk berlomba tari kreasi pada hari Minggu (03/12). Keunikan acara ini terpancar dari pesertanya yang tidak hanya berasal dari Jawa, melainkan juga dari pelosok Indonesia seperti Papua, Bontang, Kutai Timur, Jambi, dan Balikpapan. Bahkan, hampir 20 Kabupaten dari Jawa Timur turut memeriahkan festival ini.
Zachrie Ahmad, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, menggambarkan acara ini sebagai tonggak bersejarah untuk membentuk kader muda yang akan menjadi penerus dan pelindung kesenian lokal, khususnya Pecut Samandiman yang menjadi kebanggaan Kota Kediri.
“Pecut Samandiman memiliki keunikan fisik dengan panjang minimal 3 meter dan maksimal 10 meter. Melambai-lambai di udara dengan teknik khusus, memberikan keajaiban tersendiri,” jelas Zachrie Ahmad. Harapannya, festival ini dapat memperkenalkan keindahan kesenian lokal Kediri kepada masyarakat di luar kota, menciptakan ikatan antargenerasi dalam menjaga keberlanjutan tradisi.
Peserta yang menarik perhatian adalah Sanggar Singobowo Samandiman Community, membawa keceriaan 34 anak yang menjadi bagian dari rumah singgah yang dikelola oleh Haji Singobowo. Haji Singobowo menjelaskan bahwa persiapan anak-anak ini tidak melibatkan latihan yang berat karena seni bagi mereka adalah kegembiraan sehari-hari.
“Anak-anak kami akan memukau penonton dengan tarian khas Probolinggo, yakni tari Glipang, menggambarkan perlawanan ksatria terhadap Hindia Belanda, semuanya dihiasi dengan keindahan seni pecut,” ujar Singobowo.
Festival Pecut Samandiman tahun ini bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga sebuah perjalanan emosional yang mengajak semua generasi meresapi dan mencintai keberagaman budaya Indonesia melalui lensa seni tradisional yang mempesona.
Reporter:sono






