DAMAREMAS.COM – Selama puluhan tahun, Yovie and Nuno aktif menjadi band favorit generasi milenial dengan karya-karya yang sukses di pasaran. Awal tahun 2001, mengikuti kesuksesan Kahitna, Yovie membangun grup Yovie and Nuno dengan album perdana bertajuk All Stars.
Selama sekitar 3 tahun mereka menghasilkan album-album populer. Tak hanya itu, Yovie dan La Nuno juga banyak melakukan pergantian personil.
Yovie and nuno beranggotakan Yovie, Pradikta Wicaksono, Arya Widura dan Muchamad Ahadiyat. Sementara Dudi Oris, Gail Satyawaki, Rere Reza dan Yuke Sampurna telah keluar dari grup yang membesarkan namanya itu.
Baca juga : Belasan Lagu Yovie & Nuno Yang Tak Pernah Gagal Menyentuh Perasaan
Setelah membentuk formasi baru, Yovie dan Nuno langsung meraih kesuksesan dan meraih AMI award. Tidak hanya itu, popularitas mereka bertambah karena pengalaman dan kabar menarik dari para personil.
Grub yang memiliki tembang hits “Janji Suci”, “Menjaga Hati” dan “Dia Milikku” ini mengalami perjalanan yang kurang mengenakan. Keluarnya sejumlah personil membuat banyak pihak termasuk penggemar kecewa.
Grup yang eksis di awal pembentukannya ini langsung diterima oleh semua orang yang menyukai lagu-lagu romantis dan damai. Namun, beberapa penggemar bertanya-tanya tentang alasan perpisahan mereka. Salah satu yang paling populer adalah mantan penyanyi Yovie dan Nuno Dudi Oris pada 2012 lalu.
Menurut berbagai sumber, Dudi meninggalkan grub karena bosan dan ingin bersolo karier. Meski sempat terjalin hubungan baik dari rekan Yovie dan Nuno, keinginan kuat untuk membuat album solo membuat Dudi hengkang dari grup yang membesarkan namanya itu.
Selain itu, karena persahabatan yang harmonis, Dudi Oris juga dibantu mantan rekannya untuk menggarap musik untuk album solonya.
Bicara soal hengkang, tak ada yang lebih populer dari hengkangnya Dudi Oris untuk bersolo karier. Kabar kepergian ketua grup Yovie Widianto sudah santer diketahui sejak 2015. Tekad pemilik grup Kahitna itu hengkang dari grup terus mengisi berita setiap hari dan sempat menjadi trending topik.
Alasan yang paling terlihat dari argumen Yovie adalah sulitnya membagi waktu antara Kahitna dengan Yovie dan Nuno. Hal ini pun diungkapkan Yovie langsung kepada media usai perilisan album Titi DJ “Titi in Love with Yovie”.
Yovie dan Nuno telah melewati masa-masa sulit dengan perubahan pribadi beberapa kali pergatian personil mereka terus menjadi inspirasi untuk menikmati musik. Album terbaru bertajuk Still The One menampilkan performa bintang yang sempat meredup.
Apalagi saat kehilangan Gail, membuat grup tersebut harus mengadakan audisi Yovie and Nuno untuk mencari personil baru dan terpilihlah Pradikta Wicaksono (Dikta). Yovie yang juga leader grup tersebut memilih Dikta yang memiliki suara yang pas untuk sebuah band pop.
Berbeda dengan vokalis sebelumnya yang nge-rock, kriteria Dikta langsung membuat Yovie and Nuno merilis album ketiga bertajuk The Special One.
Untuk band pop yang terkenal dengan lagu-lagu romantis yang membangkitkan kesedihan, galau dan romantisme, band ini sangat cocok. Karena karya mereka sangat mengharukan. Apalagi di album yang mengusung tema cinta yang lebih dalam seperti “Still The One”.
Album Yovie dan Nuno versi “galau” ini sebenarnya telah dirancang oleh Yovie cs yang sarat akan pesan cinta galau. Ini juga menjelaskan fakta bahwa Yovie dan Nuno sebenarnya romantis dalam menyampaikan sesuatu.
Dalam album Still The One Yovie dan Nuno memiliki 11 daftar lagu. Antara lain; Tergoda Bidadari, Sakit Hati, Mudah Melupakan, Tanpa Cinta, Malam Minggu (feat Airlangga), Kurang Romantis, Tak Memilikimu, Manis, Kamu Bukan Kekasihmu (feat Intan Ayu), Lebih Baik Aku (feat Bayu Satrio), Jangan-Jangan.
Musik dari yovie and nuno selalu menjadi soundtrack andalan FTV tentang percintaan anak muda. FTV adalah serial drama yang disiarkan oleh salah satu stasiun TV.
Disandingkan dengan lagu atau soundtrack FTV ini jadi serba romantis. Hingga sejumlah pendapat menyebutkan, lagu-lagu Yovie dan Nuno paling sering dijadikan soundtrack di banyak episode tentang percintaan.






