Anak dan Lansia Lebih Berisiko Mengalami Pneumonia! Ini Faktor Penyebabnya!

Ilustrasi faktor penyebab anak dan lansia lebih berisiko mengalami pneumonia

DAMAREMAS.COM –  Penyakit pneumonia adalah infeksi pada paru-paru yang dapat mempengaruhi siapa saja tanpa kenal usia.

Namun anak dan lansia (lanjut usia) merupakan kelompok yang paling rentan terhadap penyakit pneumonia ini.

Bacaan Lainnya

Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang serius, bahkan berisiko fatal jika pneumonia tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Lantas, apa saja faktor penyebab yang membuat anak dan lansia lebih berisiko mengalami pneumonia? Berikut penjelasannya.

1. Sistem Imun yang Rentan

Anak-anak, terutama yang berusia di bawah 5 tahun, memiliki sistem imun yang masih berkembang.

Hal ini membuat mereka lebih rentan terhadap berbagai infeksi, termasuk infeksi yang menyerang paru-paru.

Begitu pula dengan orang tua, yang seringkali mengalami penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh seiring dengan bertambahnya usia.

Kekebalan tubuh yang melemah ini mengurangi kemampuan tubuh untuk melawan patogen penyebab infeksi seperti bakteri, virus, dan jamur.

2. Penyakit Penyerta

Kondisi medis yang sudah ada sebelumnya bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit yang menyerang sistem paru-paru ini.

Anak-anak dengan kondisi seperti asma atau gangguan jantung lebih rentan terhadap infeksi paru-paru.

Sementara itu, orang tua juga seringkali memiliki penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung, yang membuat mereka lebih mudah terserang infeksi dan lebih sulit pulih.

Beberapa penyakit ini mengganggu kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan dapat memperburuk kondisi penderita.

3. Lingkungan dan Paparan Infeksi

Anak-anak sering berinteraksi dengan teman-teman mereka di sekolah atau tempat penitipan anak.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terpapar virus atau bakteri penyebab infeksi.

Sebaliknya, orang tua yang tinggal di fasilitas perawatan atau rumah sakit lebih mudah terpapar infeksi karena lingkungan yang padat dan penggunaan alat medis yang lebih sering.

Dalam kedua kasus ini, paparan terhadap patogen dapat memperburuk risiko penyakit.

4. Faktor Gizi

Gizi yang tidak memadai, baik pada anak-anak maupun lansia, dapat mempengaruhi daya tahan tubuh.

Anak-anak yang kurang gizi mungkin memiliki pertumbuhan dan perkembangan sistem imun yang tidak optimal.

Sementara orang tua yang kurang gizi akan kesulitan menjaga fungsi tubuh secara keseluruhan.

Kekurangan vitamin dan mineral tertentu, seperti vitamin C dan D, dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kerentanannya terhadap infeksi.

5. Pengaruh Kebiasaan Merokok

Merokok adalah faktor risiko utama dari penyakit ini, terutama pada orang yang telah memasuki usia lanjut.

Orang tua yang memiliki kebiasaan merokok atau yang pernah merokok, lebih rentan mengalami penyakit paru-paru.

Rokok dapat merusak saluran pernapasan dan sistem imun, sehingga tubuh menjadi lebih sulit untuk melawan infeksi.

Pada anak-anak, meskipun tidak merokok, mereka bisa terpapar asap rokok dari orang tua atau lingkungan sekitar, yang meningkatkan risiko terkena infeksi paru.

6. Kondisi Lingkungan dan Cuaca

Cuaca ekstrem, seperti musim hujan atau musim dingin yang terlalu dingin, dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan.

Udara dingin menyebabkan saluran pernapasan lebih rentan terhadap infeksi, dan perbedaan suhu yang drastis dapat mempengaruhi kekebalan tubuh.

Selain itu, polusi udara juga menjadi faktor penyebab infeksi paru-paru, terutama di kawasan perkotaan yang memiliki polusi udara tinggi.

7. Keterbatasan Mobilitas

Orang tua sering kali mengalami penurunan mobilitas fisik, yang dapat mempengaruhi sistem pernapasan.

Ketika seseorang tidak dapat bergerak secara aktif, cairan dapat terkumpul di paru-paru, meningkatkan risiko infeksi.

Pada anak-anak, ketidakmampuan untuk membersihkan saluran pernapasan akibat ketidakmampuan beradaptasi dengan gejala awal infeksi juga berkontribusi pada peningkatan risiko infeksi pernafasan.

Pencegahan dan Penanganan

Penting bagi orang tua, keluarga, dan tenaga medis untuk memberikan perhatian ekstra pada anak-anak dan orang tua dalam mencegah penyakit ini.

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari penyakit ini antara lain :

– Vaksinasi: Anak-anak dan orang tua disarankan untuk mendapatkan vaksin sebagai upaya pencegahan.

– Menjaga Kebersihan: Mencuci tangan secara teratur dan menghindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit.

– Polarisasi Nutrisi: Memastikan anak-anak dan lansia mendapatkan asupan gizi yang seimbang.

– Menjaga Kesehatan Paru-paru: Hindari paparan asap rokok dan polusi udara yang berlebihan.

– Perawatan Kesehatan Rutin: Untuk lansia, pemeriksaan medis rutin dapat mendeteksi penyakit penyerta yang bisa meningkatkan risiko penyakit.

Penyakit pneumonia adalah penyakit yang memerlukan kewaspadaan tinggi, terutama bagi anak dan lansia.

Faktor-faktor seperti sistem imun yang lemah, penyakit penyerta, dan lingkungan yang berisiko, menjadikan kedua kelompok ini lebih rentan terhadap pneumonia.

Oleh karena itu, penting untuk melakukan langkah pencegahan dan deteksi dini agar pneumonia dapat dicegah atau diobati sebelum menjadi lebih serius.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *