DAMAREMAS.COM – Gangguan nyeri sendi adalah keluhan umum yang bisa disebabkan oleh berbagai kondisi medis, termasuk rematik dan asam urat.
Meskipun keduanya sama-sama menyebabkan nyeri pada sendi, rematik dan asam urat memiliki penyebab, gejala, dan pengobatan yang berbeda.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali perbedaan di antara nyeri sendi akibat rematik dan asam urat agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Berikut adalah beberapa perbedaan antara nyeri sendi akibat rematik dan juga asam urat yang sering dianggap sama :
Penyebab Rematik dan Asam Urat
Rematik
Rematik adalah istilah umum yang mencakup berbagai penyakit autoimun yang menyerang sendi, seperti rheumatoid arthritis.
Penyakit ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sendi yang sehat, menyebabkan peradangan kronis.
Asam Urat
Asam urat atau gout disebabkan oleh tingginya kadar asam urat dalam darah yang membentuk kristal urat di dalam sendi.
Kristal ini menimbulkan peradangan yang menyebabkan serangan nyeri sendi mendadak.
Perbedaan Gejala
Gejala Rematik
– Nyeri yang bersifat simetris (misalnya, kedua tangan atau kedua lutut terasa sakit secara bersamaan)
– Kekakuan sendi, terutama di pagi hari atau setelah lama tidak bergerak
– Bengkak dan kemerahan pada sendi yang terkena
– Gejala berlangsung dalam jangka panjang dan cenderung memburuk seiring waktu
– Bisa disertai dengan kelelahan dan demam ringan
Gejala Asam Urat
– Nyeri yang mendadak dan sangat intens, sering kali terjadi di malam hari
– Biasanya menyerang satu sendi saja, terutama ibu jari kaki, tetapi juga bisa terjadi di lutut, pergelangan kaki, atau jari tangan
– Sendi tampak merah, bengkak, dan terasa panas
– Serangan biasanya berlangsung selama beberapa hari hingga minggu, lalu mereda tetapi bisa kambuh kembali
Faktor Risiko
Faktor Risiko Rematik
– Faktor genetik atau riwayat keluarga
– Sistem imun yang tidak normal
– Perempuan lebih berisiko terkena dibandingkan laki-laki
– Merokok dan paparan lingkungan tertentu
Faktor Risiko Asam Urat
– Pola makan tinggi purin, seperti konsumsi daging merah, makanan laut, dan alkohol
– Obesitas dan sindrom metabolik
– Penyakit ginjal yang menghambat pembuangan asam urat
– Konsumsi obat-obatan tertentu seperti diuretik
Diagnosis dan Pengobatan
Untuk memastikan diagnosis, dokter biasanya melakukan pemeriksaan fisik, tes darah, serta analisis cairan sendi jika diperlukan.
Pengobatan Rematik
– Obat antiinflamasi non steroid (OAINS)
– Kortikosteroid untuk mengurangi peradangan
– Obat-obatan yang menekan sistem imun seperti methotrexate
– Terapi fisik untuk menjaga mobilitas sendi
Pengobatan Asam Urat
– Obat pereda nyeri seperti colchicine atau OAINS
– Obat penurun kadar asam urat seperti allopurinol
– Perubahan pola makan dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi purin
– Banyak minum air putih untuk membantu pembuangan asam urat
Meskipun rematik dan asam urat sama-sama menyebabkan nyeri sendi, keduanya memiliki perbedaan yang mendasar dalam penyebab, gejala, dan penanganannya.
Jika mengalami nyeri sendi yang tidak kunjung hilang, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
Jangan sampai salah diagnosis dan salah penanganan, karena nyeri sendi dapat mempengaruhi kualitas hidup Anda dalam jangka panjang!






