DAMAREMAS.COM, Kediri – Jumlah kasus kriminal yang ditangani Polres Kediri sepanjang 2024 mengalami penurunan signifikan sebesar 25,59%, dari 465 kasus pada 2023 menjadi 346 kasus pada 2024. Hal ini diungkapkan Kapolres Kediri AKBP Bimo Aryanto dalam konferensi pers Kaleidoskop 2024 di Mapolres Kediri, Selasa (31/12/2024).
Selain itu, tingkat penyelesaian kasus (crime clearance) juga meningkat dari 91,4% pada 2023 menjadi 91,6% pada 2024. Perbandingan jumlah tersangka menunjukkan penurunan jumlah tersangka laki-laki dan anak-anak, tetapi ada kenaikan pada kategori dewasa.
Dalam penanganan kasus narkotika, jumlah kasus meningkat dari 71 pada 2023 menjadi 113 pada 2024. Namun, kasus pil jenis double L menurun dari 108 menjadi 97 kasus. Total kasus narkoba naik dari 180 kasus pada 2023 menjadi 210 kasus pada 2024. Barang bukti yang disita juga mengalami perubahan, seperti sabu naik dari 354,4 gram menjadi 831,37 gram, dan ekstasi dari 214 butir menjadi 980 butir.
Di bidang lalu lintas, kasus kecelakaan turun dari 1.190 pada 2023 menjadi 1.118 pada 2024, dengan korban meninggal menurun dari 185 menjadi 142 orang.
Keberhasilan Polres Kediri juga ditunjukkan dengan berbagai penghargaan, termasuk Best Activity Tipe A dalam Operasi Ketupat Semeru 2024, juara 1 Polres terbaik dalam aplikasi Siap Semeru, dan penghargaan pelayanan publik bersih dari Ombudsman RI.
Kasus menonjol yang terungkap meliputi pembunuhan di Pare, KDRT di Ngasem, dan pencurian di Ngadiluwih. Polres Kediri terus menunjukkan kinerja positif dalam menjaga keamanan wilayahnya.
Reporter: sono






