DAMAREMAS.COM – Hari Raya Natal adalah salah satu perayaan yang paling dinantikan di berbagai negara di seluruh dunia.
Meski memiliki makna yang sama, tradisi dan cara merayakan Natal dapat sangat bervariasi tergantung pada budaya dan kebiasaan setempat.
Ada berbagai tradisi perayaan Natal yang unik dan menarik dari berbagai negara di dunia.
Berikut ini adalah beberapa tradisi unik yang dilakukan di berbagai negara untuk merayakan Natal.
1. KFC di Jepang
Di Jepang, hari ini bukanlah perayaan keagamaan yang besar, tetapi lebih merupakan momen untuk berbagi kebahagiaan.
Salah satu tradisi yang paling populer adalah makan malam dengan menu dari kedai makanan cepat saji, KFC.
Kebiasaan ini dimulai dari kampanye pemasaran yang sukses pada tahun 1970-an dan terus menjadi tradisi hingga saat ini.
Orang-orang bahkan memesan hidangan mereka jauh-jauh hari untuk memastikan mereka bisa menikmatinya pada malam perayaan.
2. Krampus di Austria
Di Austria, perayaan ini tidak hanya tentang Sinterklas yang membawa hadiah, tetapi juga Krampus, sosok menyeramkan yang dipercaya menghukum anak nakal.
Selama perayaan Krampusnacht, pria-pria lokal mengenakan kostum menyeramkan dan berjalan di jalanan untuk “menakut-nakuti” orang. Tradisi ini menjadi salah satu atraksi yang menarik perhatian wisatawan.
3. Giant Lantern Festival di Filipina
Filipina dikenal dengan perayaan yang meriah dan panjang. Salah satu tradisi yang paling terkenal adalah Giant Lantern Festival (Ligligan Parul), yang diadakan di Kota San Fernando.
Festival ini menampilkan lentera-lentera raksasa berwarna-warni yang dibuat dengan sangat detail dan menjadi simbol harapan serta kegembiraan bagi masyarakat.
4. Más Navidad di Venezuela
Di Caracas, ibu kota Venezuela, tradisi unik yang dilakukan adalah pergi ke gereja pada pagi hari menjelang perayaan dengan sepatu roda!
Jalan-jalan utama ditutup untuk kendaraan agar masyarakat bisa menikmati perjalanan mereka dengan aman.
Setelah melakukan misa, mereka pulang untuk menikmati sarapan khas dari perayaan istimewa ini, seperti tamales.
5. La Befana di Italia
Meskipun Sinterklas juga dikenal di Italia, ada tokoh lain yang memiliki peran penting dalam tradisi perayaan, yaitu La Befana.
Menurut cerita rakyat, La Befana adalah seorang wanita tua yang mengunjungi rumah-rumah untuk memberikan hadiah kepada anak-anak baik dan arang kepada anak-anak nakal pada malam Epiphany, tanggal 5 Januari.
Tradisi bersejarah yang unik ini menjadikan perayaan yang istimewa di Italia tersebut berlangsung lebih lama.
6. Julbocken di Swedia
Di Swedia, tradisi dari perayaan ini melibatkan kambing jerami besar yang disebut Julbocken.
Kambing ini menjadi simbol dari perayaan ini dan biasanya dibuat dalam berbagai ukuran, dari miniatur hingga raksasa.
Di Kota Gävle, Julbocken raksasa didirikan setiap tahun, meskipun sering menjadi sasaran aksi pembakaran ilegal oleh oknum nakal.
7. Pòsadas di Meksiko
Pòsadas adalah tradisi yang berlangsung selama sembilan hari sebelum malam perayaan yang dilaksanakan di Meksiko.
Tradisi ini mengingatkan perjalanan Maria dan Yusuf mencari tempat untuk menginap sebelum kelahiran Yesus.
Keluarga-keluarga lokal menyelenggarakan prosesi dengan nyanyian, doa, dan pesta, lengkap dengan piñata untuk anak-anak.
8. Julebord di Norwegia
Di Norwegia, perayaan istimewa ini dikenal dengan tradisi Julebord, yaitu pesta makan besar yang biasanya dilakukan bersama keluarga, teman, atau rekan kerja.
Hidangan khas perayaan, seperti daging domba asap (pinnekjøtt) dan bubur nasi manis, menjadi bagian penting dari perayaan ini.
Selain itu, Norwegia juga memiliki tradisi menyembunyikan sapu pada malam perayaan untuk menghindari penyihir yang diyakini berkeliaran.
9. Menulis Surat untuk Daun Jendela di Argentina
Anak-anak di Argentina memiliki tradisi unik menulis surat kepada Santa Claus (Papa Noel) atau bayi Yesus dan meletakkannya di daun jendela.
Surat-surat ini berisi harapan dan permintaan hadiah untuk mereka saat perayaan berlangsung.
Pada malam perayaan, keluarga biasanya berkumpul untuk makan malam besar dan menyalakan kembang api.
10. Natal Putih di Islandia
Di Islandia, perayaan istimewa ini sangat dipengaruhi oleh tradisi Nordik. Salah satu tradisi yang menarik adalah “Yule Lads,” 13 sosok seperti peri yang nakal dan lucu.
Mereka mulai muncul 13 hari sebelum perayaan berlangsung dan meninggalkan hadiah kecil di sepatu anak-anak yang telah berperilaku baik.
Selain itu, Islandia memiliki tradisi membaca buku pada malam perayaan, yang disebut Jólabókaflóði, atau “banjir buku Natal.”
Beragam tradisi Natal di berbagai negara menunjukkan bagaimana perayaan ini menjadi momen yang kaya akan makna dan budaya.
Dari lentera raksasa di Filipina hingga kambing jerami di Swedia, setiap tradisi Natal ini mencerminkan nilai-nilai lokal yang unik dari berbagai negara tersebut.
Apapun cara merayakannya, Natal selalu menjadi waktu untuk berbagi kebahagiaan, cinta, dan harapan di seluruh dunia.






