Tulungagung, DAMAREMAS.COM – Seorang juru parkir bernama Totok Sulistiyo (40), warga Desa Loderesan, Kecamatan Kedungwaru, ditemukan meninggal dunia di tepi ladang cabai pada Sabtu (21/9/2024) sekitar pukul 12.00 WIB. Dugaan sementara, korban meninggal akibat pengaruh minuman keras.
Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdiyanto, mengungkapkan bahwa sebelum ditemukan, sekitar pukul 08.00 WIB, seorang warga dimintai bantuan oleh teman korban yang masih berada di lokasi kejadian. Saat itu, warga yang lewat melihat Totok tertindih sepeda motor miliknya dan terpengaruh alkohol.
“Warga mengira korban hanya tidak sadarkan diri akibat miras, sehingga ia membantu mengangkat sepeda motor yang menindih korban,” jelas Ipda Nanang, Minggu (22/9).
Baca Juga: Turnamen Catur Terbuka PWI Kediri Raya IV: Kompetisi Penuh Gengsi
Setelah sepeda motor diangkat, warga tersebut meninggalkan Totok yang hanya ditemani temannya, Nyono, menunggu ia bangun. Namun, setelah menunggu cukup lama dan tidak juga bangun, Nyono mengira Totok sedang mabuk berat dan akhirnya meninggalkan lokasi.
Beberapa saat kemudian, Ketua RW setempat dan warga lainnya datang ke lokasi dan menemukan korban sudah tidak bernyawa. Ketua RW melaporkan kejadian ini ke Polsek Kedungwaru untuk dilakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Setelah menerima laporan, petugas Polsek Kedungwaru bersama Tim Inafis Polres Tulungagung dan petugas medis RSUD dr. Iskak segera menuju lokasi. Saat melakukan pemeriksaan, petugas tidak menemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Diduga, Totok meninggal akibat mabuk setelah meminum alkohol antiseptik dengan kadar 70% yang dicampur air mineral.
Baca Juga: Ide 5 Menu Makanan Sehat untuk Lansia, Tips Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh di Umur Lanjut
Menurut keterangan warga setempat, Totok dan teman-temannya sering berpesta miras di lokasi tersebut setiap hari. Bahkan, pada Jumat (20/9), warga bersama Ketua RW sudah merencanakan penggerebekan saat mereka sedang minum.
“Saat ditemukan, korban masih memakai pakaian jukir lengkap. Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak akan menuntut pihak manapun,” tutup Ipda Nanang.(ams)






