Pemkot Kediri Salurkan BLT DBHCHT Rp1 Juta kepada 4.245 Buruh Pabrik Rokok

FOTO DM
Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) DBHCHT tahun anggaran 2026 bagi buruh pabrik rokok di Kota Kediri.

DAMAREMAS.COM, Kediri – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Sosial mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2026. Sebanyak 4.245 warga Kota Kediri yang bekerja sebagai buruh pabrik rokok tercatat sebagai penerima bantuan sebesar Rp1 juta per orang.

Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttakin, mengatakan program tersebut merupakan amanat Peraturan Menteri Keuangan Nomor 22 Tahun 2026. Melalui kebijakan ini, dana cukai dikembalikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang terlibat dalam industri hasil tembakau, termasuk buruh pabrik rokok, petani tembakau, dan petani cengkeh.

Bacaan Lainnya

“Ini bentuk kehadiran negara untuk panjenengan semua. Hasil dari cukai kita kembalikan lagi untuk kesejahteraan para buruh dan petani yang menjadi tulang punggung industri ini,” ujar Imam saat penyaluran bantuan di Kelurahan Semampir, Sabtu (3/10/2026).

Imam menjelaskan, penetapan penerima bantuan telah melalui proses verifikasi oleh Dinas Sosial bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil). Data pekerja yang diajukan masing-masing pabrik rokok diperiksa untuk memastikan penerima merupakan warga ber-KTP Kota Kediri. Penyaluran dilakukan melalui Bank Jatim menggunakan virtual account guna menjamin keamanan dan transparansi.

Pada tahap penyaluran kali ini, sebanyak 3.496 warga telah menerima bantuan. Jumlah tersebut terdiri dari 3.292 buruh PT Gudang Garam Tbk yang penyalurannya dipusatkan di Kelurahan Semampir dan Banjaran, serta 204 pekerja pabrik rokok Dua Dewi. Sementara itu, bantuan bagi pekerja pabrik rokok lainnya akan disalurkan pada tahap berikutnya.

Setiap penerima mendapatkan BLT sebesar Rp1 juta tanpa potongan administrasi maupun biaya lainnya. Imam berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal dengan membelanjakan bantuan di pelaku UMKM Kota Kediri.

“Silakan dibelanjakan sesuai kebutuhan, dan kalau bisa belanjanya di UMKM sekitar kita. Biar uangnya berputar di Kota Kediri, warung tetangga jadi ramai, ekonomi kita bergerak bersama,” imbuhnya.

Salah satu penerima bantuan, Kartika Sari, warga Bujel yang bekerja sebagai buruh rokok di bagian giling, mengaku bersyukur atas bantuan tersebut. Ia berencana menggunakan dana BLT untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menambah biaya pendidikan anak-anaknya. Kartika berharap program bantuan ini dapat terus berlanjut karena sangat membantu perekonomian keluarganya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *