DAMAREMAS.COM, Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri terus berupaya menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) sebagai bagian dari komitmen memastikan seluruh anak mendapatkan akses pendidikan yang layak. Berbagai strategi dilakukan, mulai dari penjangkauan langsung ke rumah sasaran hingga penguatan gerakan satu guru dan tenaga kependidikan menangani satu ATS.
Upaya penanganan ATS salah satunya dilakukan melalui home visit ke rumah anak dan keluarga sasaran. Penjangkauan ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung persoalan yang menyebabkan anak tidak bersekolah, termasuk faktor sosial maupun kondisi ekonomi keluarga.
Selain home visit, Pemkab Kediri juga menjalankan gerakan 1 GTK 1 ATS, yakni gerakan satu guru dan tenaga kependidikan mengurus satu anak tidak sekolah agar dapat kembali memperoleh akses pendidikan.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Mohamad Solikin menegaskan, pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang harus dipenuhi secara bersama-sama.
“Kita harus memastikan anak-anak di Kabupaten Kediri mendapatkan hak untuk tumbuh, berkembang dan memperoleh pendidikan,” kata Solikin dalam acara Pengumuman dan Awarding Home Visit ATS Award 2026 di Gedung Bagawanta Bhari, Rabu (26/8/2026).
Menurut Solikin, persoalan anak tidak sekolah tidak semata-mata berkaitan dengan sektor pendidikan. Kondisi sosial dan ekonomi keluarga juga menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian dalam penanganannya.
Karena itu, Pemkab Kediri mendorong penanganan ATS dilakukan secara bersama dengan melibatkan berbagai pihak. Pendekatan langsung melalui visitasi diharapkan dapat mengidentifikasi persoalan masing-masing anak sehingga solusi yang diberikan lebih tepat sasaran.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin mengatakan, gerakan penjangkauan ATS tersebut telah berjalan selama enam bulan. Dalam pelaksanaannya, sekitar 750 visitor dilibatkan untuk melakukan penjangkauan langsung kepada anak-anak yang masuk dalam data ATS.
“Dari data awal sebanyak 11.181 anak tidak sekolah, saat ini berhasil kita turunkan hingga tersisa 5.725 anak. Capaian ini akan terus kita tindak lanjuti melalui visitasi dan penjangkauan hingga akhir tahun,” jelas Muhsin.
Dengan capaian tersebut, jumlah ATS di Kabupaten Kediri telah berkurang 5.456 anak dari data awal. Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menargetkan jumlah tersebut dapat kembali ditekan hingga 70-80 persen pada akhir 2026.
Muhsin menegaskan, penanganan ATS akan terus dilakukan melalui visitasi dan penjangkauan hingga akhir tahun. Dalam jangka panjang, Pemkab Kediri menargetkan tidak ada lagi anak yang kehilangan akses pendidikan atau mencapai Zero ATS.






