DAMAREMAS.COM – Perayaan Imlek merupakan salah satu perayaan keagamaan yang dirayakan masyarakat Indonesia.
Ada beberapa tempat di Indonesia yang selalu menjadi pusat perayaan Imlek dan menarik banyak wisatawan.
Tidak hanya untuk merayakan Imlek, beberapa tempat ini juga bisa menjadi pilihan menarik untuk menikmati liburan seru loh!
Penasaran? Simak yuk dibawah ini kami telah merangkum informasi tentang beberapa tempat terbaik untuk merayakan Imlek dan liburan seru di Indonesia.
Tempat Terbaik untuk Merayakan Imlek di Indonesia
1. Semarang, Jawa Tengah
Semarang merupakan tempat pertama kedatangan Utusan Kekaisaran Tiongkok, Laksamana Zheng He (Cheng Ho) menginjakkan kaki di Jawa, kawasan Pecinan yang dikenal sebagai Pasar Semawis yang selalu ramai saat Pasar Imlek tahunan.
Pasar ini menjual berbagai dekorasi, pakaian khusus Tahun Baru, pernak-pernik, dan kebutuhan makanan untuk mempersiapkan perayaan besar.
Pasar ini kemudian diubah menjadi arena pesta dengan panggung terbuka yang dibangun di sepanjang Gang Pinggir dan Srawung.
Pengunjung dapat menikmati berbagai tarian, musik, dan pertunjukan budaya Tionghoa seperti Wayang Potehi, Gambang Semarang, Twa Kok Djwee, Barongsai (Tari Singa), permainan toya, hingga Wushu.
2. Jakarta
Di Jakarta, perayaan Imlek berlangsung di sekitar kawasan Pecinan, tepatnya di sekitar Petak Sembilan dan Glodok, tempat berdirinya Klenteng Jin De Yuan yang dibangun pada tahun 1650, dikenal sebagai klenteng Tionghoa tertua di kota ini.
Di seluruh kota, mal dan pusat perbelanjaan dihiasi dengan dekorasi Imlek yang berwarna-warni, dan banyak orang berkumpul di restoran untuk menikmati hidangan Imlek bersama keluarga.
Selain itu, pertunjukan bertema Tahun Baru juga diadakan di berbagai pusat perbelanjaan dan taman rekreasi di seluruh kota.
3. Palembang, Sumatera Selatan
Di Palembang, ibu kota Provinsi Sumatera Selatan, perayaan Imlek berpusat di kawasan Pecinan Dempo.
Menjelang Cap Go Meh, yang merupakan puncak perayaan, festival Imlek dipenuhi dengan berbagai kompetisi, pertunjukan seni, dan tentunya pesta kuliner.
Beberapa acara menarik dalam festival ini meliputi bazar kuliner, bazar ornamen dan aksesori, senam Tai-Chi massal, senam aerobik, dan masih banyak lagi.
Puncak perayaan Imlek pada hari ke-15, yang dikenal sebagai Cap Go Meh, berlangsung di Pulau Kemaro, yang terletak di tengah-tengah delta Sungai Musi. Di sana, terdapat pagoda dan klenteng Tionghoa.
Pada hari ini, ribuan etnis Tionghoa dari Palembang dan seluruh Indonesia, serta dari Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan Taiwan, berkumpul di pulau tersebut dengan menggunakan perahu.
4. Singkawang, Kalimantan Barat
Perayaan yang paling meriah di Indonesia diperkirakan terjadi pada Cap Go Meh di kota Singkawang, yang terletak sekitar dua jam perjalanan dari Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat.
Singkawang yang biasanya sepi akan menjadi sangat ramai setiap Tahun Baru Imlek, mencapai puncaknya pada Cap Go Meh.
Untuk acara ini, masyarakat Tionghoa dari seluruh daerah, termasuk Jawa, Sumatra, serta Singapura dan Malaysia, datang ke Singkawang untuk merayakannya bersama keluarga dan teman.
Yang membuat Cap Go Meh di sini begitu istimewa adalah Parade Tatung yang selalu menjadi sorotan utama dari festival yang dirayakan di tempat ini.
Tatung digunakan sebagai sarana ritual untuk mengusir roh jahat, membersihkan kota, dan kuil dari nasib buruk.
Sebelum parade dimulai, peserta akan memasuki kondisi trance dan melakukan berbagai aksi yang menakjubkan, seperti menginjak pedang atau menusukkan kawat atau paku ke pipi atau lidah mereka.
Meski melakukan hal-hal luar biasa tersebut, Tatung tetap tidak terluka. Partisipan dalam ritual ini tidak hanya pria, tetapi juga wanita dan bahkan anak-anak.
5. Solo, Jawa Tengah
Di kota Solo, Provinsi Jawa Tengah, perayaan Imlek digelar di sekitar Pasar Gede dekat dengan Klenteng Tien Kok Sie.
Imlek dirayakan oleh keturunan Tionghoa maupun masyarakat Jawa lokal dalam sebuah festival tradisional yang unik bernama Grebeg Sudiro menjelang Malam Tahun Baru.
Kata grebeg sendiri merupakan istilah Jawa yang biasanya digunakan untuk perayaan tradisional yang berkaitan dengan acara Islam.
Seperti halnya perayaan grebeg lainnya, festival ini juga diwarnai dengan parade gunungan, yaitu tumpukan besar dari berbagai buah, sayuran, atau kue yang nantinya akan “diperebutkan” oleh para penonton.
Tradisi berebut makanan ini berdasarkan ajaran Jawa yang mengatakan “ora babah ora mamah,” yang berarti tidak ada makanan tanpa perjuangan. Festival ini juga menyajikan pertunjukan seni tradisional Jawa dan Tionghoa.
6. Selatpanjang, Kabupaten Meranti, Kepulauan Riau
Masih di Kepulauan Riau, kota Selatpanjang, ibu kota Kabupaten Meranti, merayakan enam hari pertama bulan pertama kalender Tionghoa dengan tradisi Perang Air yang dikenal sebagai Cian Cui.
Tradisi ini menjadi salah satu daya tarik utama dan kekhasan budaya yang ada di Selatpanjang.
Cian Cui dirayakan tidak hanya oleh keturunan Tionghoa setempat, tetapi juga melibatkan penduduk lainnya seperti Melayu, Jawa, Minang, serta etnis lainnya yang ikut bergabung.
Mereka bersama-sama merayakan dan menikmati suasana riang Cian Cui, yang juga menarik wisatawan dari negara-negara Asia lainnya, termasuk Malaysia, Singapura, Thailand, Taiwan, dan Tiongkok.
7. Batam dan Bintan
Kepulauan Batam dan Bintan menjadi tempat favorit bagi banyak orang yang datang beramai-ramai dari Singapura, Malaysia, dan pulau-pulau sekitarnya untuk berdoa di klenteng-klenteng besar di sini dalam rangka merayakan Tahun Baru Imlek.
Di Bintan terdapat sebuah klenteng tua yang benar-benar terjalin di antara akar pohon beringin besar.
Selain beberapa kota tersebut, perayaan Imlek juga diadakan dengan meriah di kota-kota lain di Indonesia, seperti Bandung, Bogor, Surabaya, Medan, Pontianak, Manado, dan banyak kota lainnya.
Bagaimana kalian tertarik mengunjungi salah satu diantara beberapa kota di atas untuk merayakan Imlek dan liburan?






