230 Atlet Ramaikan Kejurnas Panahan Berkuda di Kediri

foto DM
Seorang atlet memacu kuda dengan kecepatan tinggi di lintasan Kejurnas Horseback Archery 2025 di kawasan Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, sebelum melepaskan panah pada target yang telah disiapkan. Atmosfer kompetisi tampak intens dengan dukungan penonton dan petugas di sepanjang arena. (Sby/DM)

DAMAREMAS.COM, Kediri – Ratusan atlet dari 17 provinsi di Indonesia mengikuti Kejuaraan Horseback Archery (HBA) atau berkuda memanah yang digelar Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) di kawasan Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, Minggu.

Kejuaraan nasional ini diikuti 230 peserta, terdiri dari 70 atlet on horse (memanah di atas kuda) dan 160 atlet on ground (memanah tanpa kuda). Ajang ini menjadi bagian dari proses seleksi atlet yang akan mewakili Indonesia dalam Kejuaraan Dunia HBA.

Bacaan Lainnya

DAMAREMAS TV https://youtu.be/yY1oU4XDz2A

Ketua Komisi Horseback Archery PP Pordasi, Deri Asta, menjelaskan bahwa HBA bukan sekadar olahraga ketangkasan, namun juga melatih fokus, ketenangan, dan kemampuan mengambil keputusan dengan cepat.
“Kejuaraan ini sekaligus mencari talenta terbaik yang akan kita dorong ke level internasional. Harapannya, panahan berkuda Indonesia bisa bersaing di dunia,” ujarnya.

Dalam kejurnas ini dipertandingkan tujuh kelas, mulai dari Triple Shoot putra–putri, Triple Shoot Under Twenty, Triple Shoot Dewasa, Indonesian Shoot putra–putri, hingga Indonesian Style.

Kejuaraan semakin meriah dengan kehadiran atlet sekaligus artis berkuda asal Tiongkok, Tao Tao, yang ikut menjajal arena perlombaan.

Atlet dari Bali, Silmi, mengaku antusias mengikuti ajang ini.
“Event seperti ini penting untuk menambah pengalaman dan meningkatkan kemampuan kami sebelum turun di kompetisi internasional,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *