10 Gejala Umum Penyakit Autoimun yang Sering Diabaikan

Ilustrasi gejala umum autoimun yang sering diabaikan (By Pexels - Andrea Piacquadio)

DAMAREMAS.COM – Penyakit autoimun adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh, yang seharusnya melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit, justru menyerang sel sehat tubuh itu sendiri.

Gangguan autoimun bisa menyerang berbagai organ dan jaringan, menyebabkan peradangan kronis dan kerusakan organ.

Bacaan Lainnya

Meskipun banyak jenis penyakit autoimun, banyak gejala yang sering dianggap remeh atau diabaikan oleh penderita, padahal bisa menjadi tanda awal dari masalah yang lebih serius.

Berikut adalah beberapa gejala umum penyakit autoimun yang sering diabaikan oleh banyak orang :

1. Kelelahan yang Tidak Jelas

Kelelahan ekstrem yang tidak dapat dijelaskan adalah tanda umum pada banyak penyakit jenis ini.

Rasa lelah ini bukanlah sekadar rasa capek setelah aktivitas fisik, melainkan kelelahan yang berlangsung lama dan tidak hilang meski sudah cukup tidur.

Pada beberapa kondisi seperti lupus atau rheumatoid arthritis, kelelahan dapat datang begitu saja tanpa alasan yang jelas dan mengganggu kualitas hidup penderita.

2. Nyeri Sendi dan Pembengkakan

Nyeri sendi yang berulang atau pembengkakan pada sendi bisa menjadi tanda peringatan awal dari penyakit ini, seperti rheumatoid arthritis.

Namun, banyak orang yang menganggapnya sebagai akibat dari aktivitas fisik atau tanda penuaan, padahal bisa jadi ini adalah tanda dari peradangan kronis pada sendi yang disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh.

3. Ruam Kulit

Ruam kulit, seperti yang ditemukan pada lupus, bisa menjadi tanda awal yang seringkali diabaikan.

Ruam ini sering muncul di wajah, terutama di pipi dan hidung, membentuk pola seperti sayap kupu-kupu.

Pada beberapa penyakit autoimun, ruam bisa muncul di area tubuh lainnya, yang sering disalah artikan sebagai reaksi alergi atau iritasi.

4. Demam Ringan yang Sering Muncul

Demam ringan yang datang tanpa alasan yang jelas atau berlangsung dalam waktu yang lama bisa menjadi tanda peradangan dalam tubuh yang disebabkan oleh gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

Demam ini biasanya tidak terlalu tinggi, tetapi tetap berlangsung selama beberapa minggu, dan seringkali diabaikan karena dianggap sebagai gejala infeksi ringan atau kondisi lainnya.

5. Perubahan pada Rambut

Rambut yang mudah rontok atau menipis tanpa sebab yang jelas juga bisa menjadi tanda dari gangguan imun seperti lupus atau alopecia areata.

Gangguan ini disebabkan oleh reaksi tubuh terhadap folikel rambut, menyebabkan kerontokan rambut yang dapat terjadi tiba-tiba dan sering kali tidak diketahui penyebab pastinya.

6. Kesemutan atau Mati Rasa

Kesemutan atau mati rasa pada tangan, kaki, atau bagian tubuh lainnya adalah tanda yang sering muncul pada penyakit yang mempengaruhi sistem saraf, seperti multiple sclerosis.

Gejala ini sering kali dianggap sebagai tanda masalah saraf biasa, padahal bisa jadi itu adalah hasil dari gangguan sistem kekebalan tubuh yang menyerang saraf tubuh.

7. Gangguan Pencernaan

Penyakit seperti penyakit celiac atau penyakit Crohn, dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang serius, termasuk diare, sembelit, kembung, atau perut kram.

Beberapa tanda ini sering kali dianggap sebagai masalah pencernaan biasa dan tidak pernah ditindaklanjuti lebih lanjut, padahal bisa jadi ini adalah tanda bahwa sistem kekebalan tubuh sedang menyerang saluran pencernaan.

8. Keringnya Mata dan Mulut

Salah satu tanda dari sindrom Sjögren, penyakit yang menyerang kelenjar air mata dan ludah, adalah rasa kering di mata dan mulut.

Rasa seperti pasir di mata atau kesulitan menelan karena mulut yang kering bisa dianggap remeh atau bahkan dianggap sebagai gejala penuaan atau kelelahan, padahal bisa menjadi tanda penyakit yang perlu penanganan.

9. Penurunan Berat Badan yang Tidak Diketahui Penyebabnya

Penurunan berat badan yang cepat dan tidak dijelaskan sering kali diabaikan oleh banyak orang.

Namun, ini bisa menjadi gejala awal dari penyakit tertentu, seperti penyakit tiroid, yang mempengaruhi metabolisme tubuh dan menyebabkan penurunan berat badan yang tidak diinginkan.

10. Perubahan Mood atau Gangguan Mental

Beberapa penyakit, seperti lupus dan multiple sclerosis, dapat mempengaruhi otak dan sistem saraf pusat.

Gejala seperti kecemasan, depresi, atau perubahan mood yang tidak biasa sering kali disalah artikan sebagai masalah psikologis biasa, padahal bisa jadi ini adalah akibat dari peradangan otak yang disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh.

Penyakit autoimun bisa sangat bervariasi dalam hal gejala dan juga dampak yang ditimbulkannya.

Banyak gejala awal dari penyakit autoimun yang sering kali diabaikan karena dianggap sepele atau disalah artikan sebagai masalah kesehatan lain.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memperhatikan perubahan tubuh yang tidak biasa dan berkonsultasi dengan dokter jika merasakan beberapa gejala yang disebutkan di atas.

Penanganan dini dapat membantu mencegah kerusakan organ lebih lanjut dan meningkatkan kualitas hidup penderita penyakit autoimun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *