Sensor Dipasang, Jembatan Semampir Kediri Siap Diuji Beban Selama Satu Minggu

Jembatan Semampir, Kota Kediri, ditutup total selama sepekan. (Sby/DM)

DAMAREMAS.COM, Kediri – Jembatan Semampir yang membentang di atas Sungai Brantas, Kota Kediri, ditutup sementara untuk dilakukan uji beban oleh petugas Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur. Penutupan ini dilakukan demi keselamatan pengguna jalan dan merupakan bagian dari rangkaian persiapan pembangunan ulang jembatan yang mengalami kerusakan akibat kelengkungan struktur. Uji beban akan berlangsung selama satu minggu, dengan pemasangan sensor di berbagai titik jembatan untuk memantau kekuatan dan stabilitasnya.

Uji beban ini sangat penting karena Jembatan Semampir merupakan salah satu jalur utama yang menghubungkan Kota Kediri dengan wilayah sekitarnya, termasuk akses menuju Kabupaten Kediri. Penutupan jembatan ini menyebabkan arus lalu lintas dialihkan ke tiga jembatan alternatif, yaitu Jembatan Brawijaya, Jembatan Bandar Ngalim, dan Jembatan Jongbiru. Langkah ini dilakukan untuk menghindari potensi kecelakaan selama proses uji beban berlangsung.

Bacaan Lainnya

“Kami melakukan penutupan sementara Jembatan Semampir untuk memastikan keamanan pengguna jalan. Uji beban ini sangat penting untuk mempersiapkan pembangunan ulang jembatan yang akan dilakukan pada April 2025 mendatang,” ujar Didik Catur, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri. Ia menambahkan bahwa para pengguna jalan diharapkan bisa memahami kebijakan ini dan menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan.

Menurut Satiya Wargana, Pelaksana BBPJN Jawa Timur, proses uji beban ini melibatkan tim ahli yang akan memeriksa kondisi jembatan secara menyeluruh. “Kami telah memasang sensor di berbagai titik strategis jembatan untuk memantau kinerjanya selama uji beban berlangsung. Data dari sensor ini akan menjadi acuan penting dalam perencanaan pembangunan ulang jembatan yang direncanakan mulai April 2025,” jelas Satiya.

Uji beban ini akan memantau kondisi struktur jembatan, termasuk daya dukungnya terhadap kendaraan dengan beban berat. Jika hasil uji beban menunjukkan bahwa jembatan tidak lagi layak untuk digunakan, proses pembangunan ulang akan segera dipercepat. Pembangunan ulang ini diharapkan dapat mengatasi masalah kerusakan pada jembatan yang telah mengalami kelengkungan, sehingga bisa memberikan rasa aman bagi para pengendara di masa mendatang.

Selain itu, pengamanan selama proses uji beban ini juga menjadi prioritas. Sebanyak 250 personel gabungan dari Polri dan TNI telah dikerahkan untuk menjaga keamanan dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar Jembatan Semampir. Mereka ditempatkan di beberapa titik strategis, termasuk di jalur-jalur alternatif untuk memastikan lalu lintas tetap terkendali.

Didik Catur menambahkan, “Kami berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa proses uji beban dan penutupan jembatan ini tidak mengganggu aktivitas masyarakat secara berlebihan. Kami harap para pengendara bisa menggunakan jembatan alternatif yang telah disediakan dan mematuhi arahan dari petugas di lapangan.”

Rencana pembangunan ulang Jembatan Semampir telah direncanakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur dan diproyeksikan akan selesai pada akhir tahun 2025. Pembangunan ulang ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kerusakan yang ada, tetapi juga meningkatkan daya tahan jembatan agar mampu menampung volume kendaraan yang semakin tinggi setiap tahunnya.

Penutupan Jembatan Semampir selama uji beban ini mungkin menimbulkan sedikit ketidaknyamanan bagi masyarakat, namun langkah ini dinilai penting demi keselamatan jangka panjang. Setelah uji beban selesai dan analisis data selesai dilakukan, tahap selanjutnya adalah persiapan konstruksi ulang jembatan, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas infrastruktur dan memperlancar arus lalu lintas di wilayah Kediri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *