DAMAREMAS.COM – Generasi Z dikenal sebagai generasi yang melek teknologi dan terhubung erat dengan media sosial.
Dalam dunia percintaan, mereka juga memiliki cara dan bahasa yang unik sehingga bisa dibilang kamus cinta yang cuma dimiliki Gen Z
Istilah-istilah kekinian ini bukan hanya sekadar kata-kata, tetapi mencerminkan cara mereka berinteraksi, berkencan, dan mengungkapkan perasaan.
Jika kamu penasaran dengan istilah-istilah yang sedang tren di kalangan Gen Z, berikut adalah 10 kamus cinta yang wajib kamu ketahui!
1. Ghosting
Ghosting adalah fenomena yang sering terjadi dalam hubungan modern, di mana seseorang tiba-tiba menghilang tanpa kabar atau penjelasan.
Biasanya, ini terjadi setelah beberapa kali berinteraksi atau berkencan, tapi tiba-tiba si dia berhenti memberi respon. Hal ini membuat pihak yang dighosting merasa bingung dan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
2. Breadcruming
Breadcruming adalah sikap memberikan harapan palsu. Seseorang memberi perhatian atau sinyal romantis dengan tujuan untuk mempertahankan minat tanpa niat untuk melanjutkan hubungan lebih jauh.
Biasanya ini dilakukan hanya untuk membuat seseorang tetap merasa diinginkan, tanpa adanya komitmen nyata.
3. Situationship
Situationship adalah hubungan yang tidak jelas statusnya. Orang-orang dalam situationship sering kali merasa dekat dan nyaman satu sama lain, namun mereka tidak mendefinisikan hubungan mereka secara jelas. Tidak ada label seperti pacaran, tapi kedekatannya melebihi pertemanan biasa.
4. Bae
Singkatan dari “before anyone else,” Bae digunakan untuk menyebut pasangan atau orang yang sangat spesial. Istilah ini menunjukkan betapa pentingnya seseorang dalam hidupmu, bahkan sampai di atas orang lain.
5. Cuffing Season
Cuffing season adalah periode waktu tertentu, biasanya saat cuaca dingin, ketika orang-orang merasa ingin memiliki pasangan untuk menemani mereka. Biasanya, saat musim dingin atau hujan, orang lebih cenderung mencari hubungan yang lebih serius atau hanya untuk menghabiskan waktu dengan seseorang, bahkan hanya untuk sementara.
6. FOMO (Fear of Missing Out)
FOMO dalam percintaan mengacu pada rasa takut atau cemas bahwa kamu akan kehilangan kesempatan atau hubungan dengan seseorang. Ini sering muncul saat kamu melihat pasangan orang lain bahagia atau saat kamu merasa ketinggalan dalam perkembangan hubungan percintaan.
7. Clingy
Clingy adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terlalu bergantung pada pasangannya secara emosional.
Sifat clingy bisa mengarah pada perilaku yang sangat posesif dan mengharapkan perhatian terus-menerus, yang bisa membuat pasangan merasa tertekan.
8. Swipe Right
Istilah ini berasal dari aplikasi kencan seperti Tinder, di mana kamu dapat “swipe right” untuk menunjukkan ketertarikan pada seseorang.
Biasanya, ini mengacu pada rasa suka atau ketertarikan awal yang muncul saat melihat profil seseorang.
9. Benching
Benching adalah ketika seseorang tidak benar-benar berkomitmen untuk memulai hubungan serius, tetapi tetap menjaga hubungan denganmu sebagai opsi cadangan. Mereka akan menghubungimu sesekali, tapi tidak menunjukkan niat yang jelas untuk melanjutkan ke hubungan yang lebih dalam.
10. Love Bombing
Love bombing adalah tindakan memberikan perhatian berlebihan dan ungkapan cinta yang sangat intens di awal hubungan, hanya untuk membuat seseorang merasa terikat. Setelah mendapatkan perhatian yang diinginkan, pelaku love bombing sering kali berubah menjadi dingin atau manipulatif.
Bahasa cinta Generasi Z memang unik dan terus berkembang seiring dengan tren media sosial dan budaya digital yang ada.
Istilah-istilah ini memberikan gambaran tentang dinamika percintaan mereka yang sering kali penuh dengan ketidakjelasan, harapan palsu, atau hubungan yang lebih cair.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna di balik istilah-istilah tersebut agar dapat berinteraksi dengan bijak dalam dunia percintaan kekinian.






