Mengenal Ragam Jenis Awan yang Bisa Menyebabkan Hujan, Cepat Siapkan Payung!

Ilustrasi mengenal ragam jenis awan yang menyebabkan hujan

DAMAREMAS.COM –  Turunnya hujan merupakan salah satu fenomena alam yang sudah sering dialami oleh semua makhluk yang berada di bumi.

Salah satu elemen penting yang seringkali digunakan sebagai pertanda turunnya hujan adalah awan.

Bacaan Lainnya

Meski terlihat sekilas hanya seperti gumpalan putih atau kelabu di langit, awan sebenarnya memiliki berbagai jenis dengan karakteristik yang berbeda.

Beberapa di antaranya berperan besar dalam proses terbentuknya hujan, mulai dari awan rendah yang pekat hingga awan tinggi yang menjulang.

Mengenali berbagai jenis awan yang berpotensi membawa hujan dapat membantu kita lebih siap menghadapi perubahan cuaca yang sering berubah.

Jadi, sebelum keluar rumah, yuk kenali berbagai jenis awan yang bisa menyebabkan hujan, siapa tahu payung bisa jadi penyelamatmu hari ini!

Jenis Awan yang bisa Menyebabkan Hujan

1. Awan Rendah (Ketinggian Kurang dari 2 Km dari Permukaan Tanah)

– Awan Stratocumulus

Stratocumulus berada di posisi paling rendah dibandingkan keberadaan awan lainnya. Awan stratocumulus dapat dilihat dari tanah dengan sangat jelas.

Dalam praktiknya, Stratocumulus dapat menghasilkan hujan, namun tidak lebat dan biasanya hanya berdurasi pendek atau hujan tidak tahan lama.

Bentuk stratocumulus di atmosfer adalah bulat dengan gumpalan partikel air yang terlihat berkumpul atau dapat pula memisah secara teratur di langit dengan warna lebih keabu-abuan.

– Awan Stratus

Awan Stratus adalah berbentuk lapisan tipis dan lebar di langit berwarna putih lebih keabu-abuan.

Jika menemukan awan stratus, ini bisa menandakan cuaca yang cerah karena memiliki kestabilan tekanan udara yang tinggi pada atmosfer, sehingga kerap muncul cuaca yang sangat panas.

Awan Stratus dapat membawa hujan dengan intensitas yang lumayan ringan seperti gerimis kecil.

Bentuk stratus sangat teratur polanya di langit, meskipun ada beberapa awan stratus yang berbentuk pecah dan tidak beraturan.

Dalam praktiknya, awan stratus juga bervolume tebal dan bisa menutup cahaya matahari sebagian sehingga lebih teduh.

– Awan Nimbostratus

Awan Nimbostratus memiliki bentuk yang tebal dan cenderung lebih tidak teratur berwarna putih lebih keabu-abuan.

Tekstur Nimbostratus lebih tebal dan bisa menutup cahaya matahari yang terik sekalipun dan sering menghasilkan hujan dan salju pada kondisi tekanan tertentu yang sangat rendah di beberapa daerah.

Sedangkan di daerah tropis, nimbostratus dapat menghasilkan air hujan yang cukup tinggi atau lebat dalam durasi yang cukup lama.

Sementara di daerah subtropis sampai daerah yang beriklim dingin, nimbostratus dapat menghasilkan salju yang tebal.

2. Awan Sedang (Ketinggian 2 sampai 6 Km dari Permukaan Tanah)

– Awan Altocumulus

Altocumulus adalah jenis yang berbentuk bulatan kecil-kecil layaknya kapas dan menyebar luas di langit dengan jumlah gumpalan yang banyak.

Bentuk antara satu altocumulus dengan yang lainnya tampak saling berkaitan dengan campuran warna putih sampai keabu-abuan dalam satu arena.

Altocumulus tersebar sangat teratur di langit dan bisa menyelimuti sebagian besar permukaan langit dalam satu area tertentu.

Kemunculan altocumulus juga bisa menjadi tanda terjadinya hujan lebat bahkan disertai petir dengan durasi yang tidak terlalu lama.

– Awan Altostratus

Altostratus adalah salah satu jenis yang memiliki paling banyak mengandung butiran air dalam gumpalannya.

Altostratus bisa mendatangkan hujan ringan lebih dari gerimis dan virga atau jenis hujan yang tidak sampai ke tanah.

Bentuk Altostratus adalah berupa lembaran partikel air yang tipis dan membentuk jalur-jalur awan berwarna putih bercampur keabu-abuan.

Altostratus bisa menutup sebagian besar permukaan langit meskipun hanya dengan gumpalan awan yang tipis dan beberapa bagian langit masih bisa tembus cahaya matahari jika sangat terik di siang hari.

Terbentuknya altostratus umumnya terjadi saat senja atau di tengah malam hari, kemudian akan hilang perlahan pada siang hari jika cuaca menunjukkan matahari sangat terik.

Altostratus biasanya berada pada area yang cukup luas meskipun tidak terlalu tebal bentuknya.

3. Awan Tinggi (Ketinggian 6 sampai 12 Km dari permukaan Tanah)

– Awan Cirrus

Cirrus adalah jenis yang menandakan cuaca akan baik dan cerah. Cirrus memiliki struktur partikel air yang sangat halus layaknya serat kapas bahkan menyerupai bentuk bulu burung yang halus.

Pada kondisi tertentu, ada pula yang berbentuk seperti pita melengkung di langit, kemudian seakan-akan terkait sampai beberapa titik di ufuk.

Cirrus biasanya bisa menghalangi cahaya matahari atau bulan, sampai bisa menimbulkan fenomena alam yang disebut halo.

Halo adalah fenomena alam yang terjadi karena butiran es pada awan cirrus berhasil membiaskan sinar matahari dengan membentuk lingkaran menyerupai cincin yang mengelilingi matahari sesuai penyebaran cahayanya.

Itulah sebabnya cirrus memiliki kandungan kristal es yang membuatnya sangat jarang sekali untuk menghasilkan hujan.

– Awan Cirrostratus

Cirrostratus adalah jenis awan yang berwarna sedikit kelabu dan bertekstur sangat halus di atmosfer.

Bentuk cirrostratus sering menyerupai anyaman yang tidak teratur dan sedikit keriting.

Jenis ini memiliki serabut tipis yang menyerupai cadar dan dapat menutup sebagian isi langit.

Cirrostratus mengandung cukup banyak kristal es karena letaknya yang lumayan tinggi dibandingkan jenis awan lainnya.

Pada kondisi tertentu, cirrostratus bisa menebal dan membuat fenomena halo meskipun tidak sejelas seperti yang dilakukan awan cirrus karena ketinggiannya yang berbeda.

– Awan Cirrocumulus

Cirrocumulus adalah jenis yang memiliki bentuk putus-putus menyerupai gelombang bentuk bulu domba yang keriting atau sisik ikan yang sangat tipis di lapisan langit.

Susunan gumpalan awan yang teratur tersebut membuat awan jenis ini disebut sebagai gelombang ikan makarel di langit oleh para pelaut.

Cirrocumulus juga menyimpan banyak sekali kristal es dan tetesan atau partikel air yang sangat dingin atau bersuhu rendah karena posisinya yang sangat tinggi.

Itulah sebabnya Cirrocumulus bisa berpotensi menghasilkan salju dalam kondisi tertentu.

4. Awan dengan Perkembangan Vertikal (Ketinggian lebih dari 450 M dari Permukaan Tanah)

– Awan Cumulus

Awan Cumulus adalah jenis yang lumayan tebal dan berbentuk memanjang ke atas seperti sebuah bangunan. Cumulus bisa terjadi karena adanya tekanan udara di atmosfer yang labil.

Kandungan butiran air pada cumulus adalah butiran es yang sangat dingin atau bersuhu rendah karena ketinggiannya.

Bagian cumulus yang terkena cahaya matahari akan terlihat berkilauan dan cenderung berwarna putih bersih.

Cumulus lama kelamaan dapat dalam keadaan terus berlanjut menjadi awan cumulonimbus yang lebih gelap dan tebal.

– Awan Cumulonimbus

Cumulonimbus adalah jenis awan yang menjadi hasil perkembangan dari cumulus dengan bentuk yang lebih menjulang ke atas seperti kubah.

Sekilas Cumulonimbus tampak seperti awan cumulus, namun warnanya lebih keabu-abuan bahkan cenderung gelap dan sangat erat hubungannya untuk menghasilkan hujan yang deras dan disertai angin dan petir.

Cumulonimbus juga sering disebut sebagai awan yang berbahaya karena mengandung banyak sekali muatan listrik di dalamnya.

Itulah sebabnya Cumulonimbus juga sangat dihindari pada penerbangan pesawat terbang karena dianggap berbahaya bagi pesawat.

Hal tersebut juga karena gumpalan awan ini sangat tebal dan bermassa berat, yang artinya memiliki butiran air yang lumayan berat.

Memahami berbagai jenis awan yang dapat menyebabkan hujan bukan hanya menambah wawasan tentang fenomena alam, tetapi juga membantu kita lebih siap menghadapi perubahan cuaca.

Dengan mengenali ciri-cirinya, kita bisa mengantisipasi apakah hujan akan segera turun atau tidak.

Jadi, lain kali ketika melihat langit mendung atau awan gelap mulai berkumpul, jangan lupa untuk membawa payung atau jas hujan agar tetap nyaman beraktivitas.

Alam selalu memberikan tanda-tandanya, tinggal bagaimana kita menyikapinya dengan bijak!

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *