DAMAREMAS.COM, Kediri – Kasus penyakit chikungunya di Kota Kediri terus meningkat. Hingga pertengahan Januari 2025, tercatat sudah ada 85 kasus yang tersebar di tiga kecamatan. Kecamatan Pesantren mencatat jumlah kasus tertinggi dengan 62 kasus, disusul Kecamatan Mojoroto dengan 18 kasus, dan Kecamatan Kota dengan 5 kasus.
Untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, Dinas Kesehatan Kota Kediri intensif melakukan fogging di wilayah-wilayah yang terjangkit chikungunya. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Kediri, Hendik Suprianto, menjelaskan bahwa penyakit ini disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus.
“Demam chikungunya biasanya ditandai dengan demam tinggi dan nyeri pada persendian yang dapat membuat penderita kesulitan berjalan. Namun, dari laporan yang kami terima, sebagian besar warga yang terjangkit telah dinyatakan sembuh,” ujar Hendik Suprianto.
Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dengan menerapkan gerakan 5M: menguras, menutup, mendaur ulang, memantau, dan mencegah gigitan nyamuk. Selain itu, menjaga kebersihan lingkungan dinilai sangat penting untuk memutus siklus penyebaran nyamuk penyebab chikungunya.
Dengan langkah pencegahan dan penanganan intensif, diharapkan lonjakan kasus chikungunya di Kota Kediri segera terkendali.






