DAMAREMAS.COM, Kediri – Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, bersama Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dan pemilik PT Gudang Garam, Tbk Susilo Wonowidjojo, meresmikan Bandara Dhoho Kediri sekaligus melakukan groundbreaking akses jalan tol di Kediri. Bandara ini diharapkan menjadi penggerak utama konektivitas dan perekonomian wilayah selatan Jawa Timur.
Pada peresmian yang juga dihadiri Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono, mantan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, serta Forkopimda Jawa Timur dan Kabupaten Kediri, Luhut menyatakan bahwa Bandara Dhoho merupakan proyek percontohan pertama di Indonesia yang menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah Dan Badan Usaha (KPBU). “Bandara ini dibangun dengan pembiayaan swasta murni sebesar Rp 12 triliun, dan dikelola oleh PT Surya Dhoho Investama, anak perusahaan PT Gudang Garam Tbk. Ini adalah kolaborasi besar antara pemerintah dan swasta yang patut diapresiasi,” ungkap Luhut.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menekankan pentingnya Bandara Dhoho sebagai alternatif dari Bandara Juanda. Ia menjelaskan bahwa survei menunjukkan potensi penumpang di wilayah Selatan Jawa Timur cukup tinggi, terutama untuk jamaah umroh dan haji. “Kami akan segera membangun asrama haji dan hotel di sekitar bandara, agar masyarakat yang akan umroh bisa lebih nyaman. Untuk jamaah haji, kami akan berkoordinasi dengan Kementerian Agama untuk mempercepat layanan haji dari sini,” ucap Budi.
Pj Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, juga optimis terhadap prospek ekonomi dari Bandara Dhoho. Menurutnya, bandara ini mampu menangkap peluang dari penumpang di wilayah-wilayah seperti Tulungagung, Blitar, hingga Pacitan. “Dengan masuknya pesawat Boeing, Bandara Dhoho resmi menjadi bandara internasional. Ini tentu akan berdampak besar, terutama bagi jamaah umroh dan haji dari kawasan ini,” kata Adhy.
Bandara Dhoho Kediri telah beroperasi sejak April 2024, meskipun baru melayani dua rute penerbangan, yaitu Kediri-Jakarta dan Kediri-Balikpapan dengan maskapai Citilink dan Super Jet. Dengan runway sepanjang 3.300 meter dan lebar 45 meter, bandara ini dirancang untuk bisa melayani pesawat berukuran besar seperti Boeing 777-300 ER. Kapasitas terminalnya saat ini mampu menampung 1,5 juta penumpang per tahun, dengan prospek pertumbuhan yang signifikan di masa mendatang.
Selain berperan sebagai bandara komersial, Bandara Dhoho juga diharapkan menjadi pusat pemberangkatan jamaah umroh dan haji dari wilayah Jawa Timur bagian selatan. “Kami akan segera mengkoordinasi travel umroh dan haji agar penerbangan langsung dari Kediri ke Tanah Suci dapat segera terlaksana. Ini akan mempermudah akses masyarakat dan meningkatkan perekonomian lokal,” lanjut Adhy.
Peresmian ini menandai babak baru bagi warga Kediri dan sekitarnya, karena selain memperluas akses transportasi, Bandara Dhoho juga diprediksi akan menjadi penggerak ekonomi baru. “Dengan adanya bandara ini, kami berharap ekonomi di sekitar Kediri akan semakin berkembang, dan masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh ke Surabaya untuk terbang,” pungkas Budi Karya.






