Damaremas.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menunjukkan keseriusan dalam menangani kasus stunting dengan menggelontor dana sebesar Rp 14 Miliar untuk tahun 2023 ini.
Nilai tersebut merupakan anggaran terbesar di Jawa Timur (Jatim) dari Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik dan anggaran tambahan makanan lokal dari Kemenkes.
Dengan begitu, diharapkan Kabupaten Kediri berhasil memenuhi target tuntas stunting tahun 2024.
Anggaran tersebut ditransfer ke Puskesmas Puskesmas. Karena tidak ada PPK di Puskesmas.
Baca Juga: 5 Cara Menemukan Sinyal Jodoh Yang Muncul Dari Rasa Nyaman dan
Untuk pembelanjaan makanan tambahan (PMT) ke desa dan penyalurannya harus ada kontrol dan tepat sasaran hingga sesuai kebutuhan yang benar benar membutuhkan.
Karenanya perlu dihidupkan lagi program dasa wisma agar ada pengawasan pengelolaan anggaran dan lokus yang mana ada rumah yang keluarganya rawan stunting.
Keseriusan ini disampaikan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pranana di acara program penguatan bangga Kencana dan Penurunan Stunting di Pendopo Panjalu Jayati Senin (21/8) siang.
Lebih jauh mas Bup Dhito sapaan akrab Bupati Kediri menyampaikan pengawasan harus lebih ketat dan pemantauan di dasa wisma.
Baca Juga: Mencari Sinyal Jodoh Yang Muncul Melalui Intuisi dan Firasat, Banyak Orang Yang Percaya Loh!
” Camat juga harus bisa mengawasi pengelolaan anggaran dan benar benar ikuti dengan cermat bahwa anggaran tersebut untuk program penurunan stunting di Kabupaten Kediri,” jelasnya.
Mas Bup Dhito menjelaskan penuntasan stunting dengan peran camat ini masuk katagori catatan e kinerja. Jadi masuk dalam penilaian kinerja.
Mas Bup Dhito ingin camat kerja lebih maksimal lagi di percepatan penuntasan
dan penurunan angka sunting.***
Editor : Muhammad






