DAMAREMAS.COM, Kediri – Sistem keamanan lingkungan yang dikembangkan warga RT 05 RW 02 Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, berhasil masuk 10 besar PIN Siskamling Jogo Jawa Timur 2026.
Sistem keamanan tersebut dikembangkan secara bertahap sejak 2018. Berawal dari kegiatan ronda dan Poskamling, warga kemudian melengkapinya dengan sistem pencatatan serta pemanfaatan teknologi CCTV untuk mendukung pemantauan keamanan lingkungan.
Tim penilai PIN Siskamling Jogo Jawa Timur datang langsung ke RT 05 RW 02, Senin (5/10/2026), untuk melihat penerapan sistem keamanan yang dijalankan warga. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati turut menyambut tim sekaligus melihat langsung pelaksanaan Siskamling di lingkungan tersebut.
Salah satu inovasi yang dikembangkan warga adalah Poskamling Portabel. Poskamling tersebut dilengkapi buku literasi untuk mencatat berbagai aktivitas, termasuk buku kejadian dan buku tamu. Selain itu, enam CCTV dipasang di sejumlah titik strategis dan dipusatkan di Poskamling. Sistem tersebut juga terintegrasi dengan kelurahan dan Kecamatan Kota.
Warga dapat mengakses CCTV melalui gawai masing-masing untuk bersama-sama memantau kondisi lingkungan. Dengan sistem ini, pemantauan keamanan tetap dapat dilakukan meskipun Poskamling sedang tidak beroperasi.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengapresiasi kreativitas warga dalam mengembangkan sistem keamanan lingkungan. Menurutnya, Poskamling Portabel menunjukkan bahwa keamanan dapat dibangun melalui sarana sederhana, namun tetap inovatif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Saya rasa sarana dan prasarananya sudah sangat lengkap. Saya berharap RT dan RW di kelurahan lain bisa mencontoh. Tentunya nanti kelurahan dan kecamatan juga akan mendukung,” ujarnya.
Vinanda menilai keberhasilan Siskamling tidak hanya ditentukan oleh sarana dan prasarana, tetapi juga kepedulian warga. Menurutnya, lingkungan RT merupakan titik terdekat untuk mengenali sekaligus merespons potensi gangguan keamanan sejak dini.
“Kalau masyarakat di tingkat RT sudah punya pemahaman dan rasa tanggung jawab untuk sama-sama menjaga wilayahnya, potensi gangguan paling kecil bisa kita antisipasi bersama,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi kolaborasi warga, RT, RW, kelurahan hingga kecamatan. Praktik tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan lain di Kota Kediri untuk memperkuat keamanan berbasis partisipasi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Operasi Gabungan Satpol PP Provinsi Jawa Timur Lilik Herawati menjelaskan, PIN Siskamling Jogo Jawa Timur merupakan bagian dari gerakan Jogo Jawa Timur yang diinisiasi Gubernur Jawa Timur. Program tersebut menekankan keterlibatan masyarakat dan Satlinmas sebagai akar rumput, mata, serta telinga pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban mulai dari tingkat lingkungan.
“Pemerintah tentu tidak bisa sendiri. Kami butuh keterlibatan masyarakat. Kalau desa dan kelurahannya aman, insyaallah kota aman, Jawa Timur aman,” ungkapnya.
Lilik mengapresiasi Poskamling RT 05 RW 02 Kelurahan Ngronggo yang dinilai menunjukkan keseriusan warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Penilaian PIN Siskamling dilakukan melalui tiga tahap, yakni seleksi administrasi, paparan, serta monitoring dan evaluasi untuk melihat kesesuaian dokumen pendukung dengan kondisi di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha, Pabandya Wanwil Sterdam Kodam V/Brawijaya Letkol Inf Poniman, Kasibin Penakta Subditbintibsos Ditbinmas Polda Jatim Kompol Hari Aziz, Kasdim 0809/Kediri Mayor Inf Yuliadi Purnomo, Asisten Pemerintahan dan Kesra Indun Munawaroh, kepala OPD Pemerintah Kota Kediri, serta tamu undangan lainnya.






