DAMAREMAS.COM, Kediri – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tetap memiliki pegangan hidup di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.
Pesan tersebut disampaikan Mbak Wali saat mengikuti Pengajian bersama Habib Husein Ja’far Al Hadar di Kota Kediri, Jumat (4/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian SYIAR 2026 dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.
Mbak Wali mengatakan, di tengah aktivitas yang semakin padat dan informasi yang datang dari berbagai arah setiap hari, masyarakat membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak, berkumpul, berdiskusi, dan kembali mengingat nilai-nilai yang menjadi pegangan dalam kehidupan.
“Senang sekali melihat kegiatan seperti ini terus tumbuh di tengah masyarakat. Di sela aktivitas yang semakin padat, informasi yang tiap hari datang dari berbagai arah, terkadang kita butuh waktu untuk berhenti sejenak. Dan sekarang, saatnya kita berhenti sejenak untuk duduk bersama, ngobrol dan ngaji bareng, serta mengingat kembali nilai-nilai yang seharusnya jadi pegangan hidup kita,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat saat ini hidup di zaman yang penuh dengan berbagai pertanyaan, terutama bagi generasi muda. Mereka dihadapkan pada ketidakpastian masa depan, tantangan kehidupan, serta tuntutan untuk menjadi generasi yang religius sekaligus produktif.
Di sisi lain, generasi muda juga menghadapi berbagai tantangan di ruang digital, mulai dari fear of missing out (FOMO), perilaku konsumtif, pinjaman online (pinjol), hingga judi online (judol).
Hampir setiap hari masyarakat juga tidak lepas dari penggunaan gawai. Kondisi tersebut membuat kebijaksanaan dalam memanfaatkan teknologi menjadi semakin penting.
“Perkembangan teknologi memberikan banyak kemudahan sekaligus tantangan. Jika tidak digunakan secara bijak, masyarakat dapat mudah terjebak dalam berbagai pengaruh negatif,” jelasnya.
Mbak Wali menambahkan, derasnya informasi, perubahan tren yang cepat, serta kebiasaan membandingkan pencapaian diri dengan orang lain di ruang digital dapat membuat seseorang kehilangan arah.
Karena itu, ia menilai kegiatan pengajian dan kajian keagamaan menjadi penting sebagai ruang untuk terus belajar sekaligus melakukan refleksi diri.
“Karena itu, saya kira kajian seperti hari ini penting. Bukan karena kita sedang mencari siapa yang paling pintar soal agama. Tetapi karena kita semua, termasuk saya, adalah orang yang masih terus belajar. Untuk menjadi lebih baik, belajar membedakan mana yang memang kita butuhkan dan belajar supaya di tengah disruption ini kita tidak kehilangan arah,” ungkapnya.
Wali Kota Kediri juga menyampaikan terima kasih kepada Habib Husein Ja’far Al Hadar yang telah hadir dan memberikan tausiyah kepada masyarakat Kota Kediri. Ia berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat sekaligus menjadi energi positif bagi masyarakat.
Menurutnya, semangat kegiatan keagamaan bukanlah sesuatu yang baru bagi Kota Kediri. Berbagai kegiatan keagamaan terus hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.
“Terima kasih juga kepada Bank Indonesia Kediri dan seluruh pihak terkait yang telah menyukseskan acara ini,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Wakil Direktur Eksekutif I KDEKS Provinsi Jawa Timur Ec. Abdul Mongid, Kepala KPwBI Kediri Yayat Cadarajat, perwakilan Forkopimda, Pj Sekda Endang Kartika, kepala OPD, serta tamu undangan lainnya.






