Pemkot Kediri Optimalkan Layanan Lapor Mbak Wali 112 lewat Bimtek Chatbot 112

FOTO DM
Para peserta mengikuti pemaparan materi dalam Bimbingan Teknis Chatbot 112 yang digelar Dinas Kominfo Kota Kediri. Kegiatan ini membahas optimalisasi mekanisme layanan Lapor Mbak Wali 112 agar penanganan laporan kedaruratan semakin cepat dan terintegrasi.

DAMAREMAS.COM, Kediri – Pemerintah Kota Kediri terus meningkatkan kualitas layanan kedaruratan dengan mengoptimalkan Lapor Mbak Wali 112. Pada Jumat (28/11), Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kediri menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Chatbot 112 yang mengusung tema “Optimalisasi Layanan Kedaruratan melalui Penyesuaian Mekanisme Penggunaan Chatbot 112.” Kegiatan ini menghadirkan operator 112 dari berbagai perangkat daerah.

Kepala Dinas Kominfo Kota Kediri, Rony Yusianto, membuka kegiatan di Aula Dinas Kominfo. Ia menegaskan bahwa layanan Lapor Mbak Wali 112 menjadi garda terdepan dalam menerima, memproses, dan merespons laporan kedaruratan masyarakat. Menurutnya, layanan publik saat ini menuntut kecepatan, ketepatan, dan integrasi yang semakin dinamis.

Bacaan Lainnya

“Melalui bimtek ini, kita melakukan penyesuaian mekanisme penggunaan nomor baru pada layanan chatbot 112. Langkah ini penting untuk meningkatkan kecepatan respon, ketepatan verifikasi laporan, serta efektivitas koordinasi antar operator dan OPD. Intinya, kita sedang memperkuat fondasi smart emergency response system di Kota Kediri,” ujar Rony.

Rony menambahkan bahwa operator 112 memegang peran vital dalam keberhasilan layanan kedaruratan. Mereka dituntut mampu membaca laporan, memahami konteks, hingga mengambil keputusan awal secara cepat. “Optimalisasi chatbot 112 bukan sekadar mengganti nomor atau menambah fitur. Ini adalah upaya menghadirkan layanan yang semakin responsif, terintegrasi, dan berpusat pada kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Data Dinas Kominfo mencatat, pada periode April–September 2025, tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan Aduan Chatbot Lapor Mbak Wali 112 sangat tinggi, dengan skor rata-rata 4,86 dari 5 berdasarkan 1.185 rating. Laporan darurat yang paling sering masuk meliputi hewan buas atau berbisa, ambulans, kegawatdaruratan umum, kecelakaan, dan masalah sosial. Sementara aduan non-darurat mencakup bansos, penerangan jalan, pemangkasan pohon, pendidikan, dan PDAM.

Rony berharap seluruh peserta bimtek memahami pembaruan mekanisme penggunaan chatbot 112, menyelaraskan prosedur lintas OPD, serta meningkatkan koordinasi dalam penanganan laporan kedaruratan. Ia menekankan bahwa layanan 112 harus menjadi layanan publik yang adaptif dan terpercaya.

“Mari jadikan kegiatan ini sebagai ruang diskusi untuk menyelesaikan kendala di lapangan. Kita harus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, karena setiap detik dalam layanan kedaruratan sangat berharga bagi keselamatan warga Kota Kediri,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *