Pemkot Kediri Gelar Bimtek E-Katalog Versi 6 untuk Tingkatkan Efisiensi Pengadaan

FOTO DM
Pemkot Kediri gelar Bimtek E-Katalog Versi 6! Langkah nyata menuju pengadaan yang makin transparan, efisien, dan berbasis digital.

DAMAREMAS.COM, Kediri – Dalam upaya mendorong digitalisasi pengadaan barang dan jasa agar lebih efisien, transparan, dan akuntabel, Pemerintah Kota Kediri melalui Bagian Pengadaan Barang/Jasa menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) E-Katalog Versi 6 Mini Kompetisi Pekerjaan Konstruksi, Selasa (14/10).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kepala LKPP Nomor 2 Tahun 2025 tentang penonaktifan E-Katalog Versi 5 untuk etalase konstruksi dan kesehatan. Versi terbaru, yakni E-Katalog V6, kini menjadi platform utama dalam sistem e-purchasing pemerintah.

Bimtek yang diikuti oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), PP, dan Pokja Pemkot Kediri ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif serta keterampilan teknis bagi peserta dalam menerapkan metode mini kompetisi sesuai peraturan terbaru. Untuk memperkuat materi, Pemkot Kediri menghadirkan narasumber dari Direktorat Pengadaan Jasa Konstruksi Kementerian PUPR.

Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa Kota Kediri, Bagus Hermawan, menjelaskan bahwa E-Katalog Versi 5 telah resmi dinonaktifkan sejak 31 Juli 2025, dan kini digantikan oleh Versi 6. “Khusus mini kompetisi di sektor konstruksi, kami masih menunggu arahan teknis lebih lanjut. Namun, kami berharap tahun 2026 seluruh perangkat daerah sudah siap menerapkannya melalui E-Katalog V6,” ujarnya.

Bagus juga berpesan kepada peserta, baik yang mengikuti secara luring di salah satu hotel di Kota Kediri maupun daring melalui Zoom Meeting, agar memanfaatkan kesempatan ini untuk memperdalam pemahaman mereka.

Sementara itu, Hilda Isfanovi, Pembina Jasa Konstruksi Madya Kementerian PUPR sekaligus narasumber, menjelaskan bahwa E-Katalog Versi 6 merupakan hasil migrasi dari versi sebelumnya. “Pada versi terbaru ini terdapat berbagai fitur tambahan yang memuat informasi lebih lengkap, seperti spesifikasi teknis, harga, dan penyedia. Platform ini diharapkan semakin mempermudah proses pengadaan barang dan jasa pemerintah melalui sistem e-purchasing,” terangnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *